Rabu, 11 Februari 2015

PAMERAN-UMROH-ISTANBUL BY MIA SYARIEF

PAMERAN-UMROH-ISTANBUL 
 MIA SYARIEF



MEKAH: Rangkaian kegiatan pameran yang usai di akhir tahun, menutup lembar tahun 2014. Selanjutnya fokus ibadah umroh yang sudah direncanakan sejak 2014. Bulan Januari 2015, syukur Alhamdulilah, aku dapat menunaikan niat untuk umroh. Berangkat bersama sahabat karibku, serta rombongan yang baru kami kenal, sungguh suatu perjalanan yang menyenangkan. Ada satu peristiwa yang aku anggap sebuah mukjijat, diantara kerumuman jutaan manusia yang mengelilingi Ka’bah aku tiba-tiba mendapat ruang yang lowong, tak ada seorangpun disitu, tiba-tiba saja aku dapat sujud syukur kepada Allah, aku sampai menangis terhisak hisak, mendapatkan kesempatan yang luar biasa. Subhanallah. Banyak peristiwa yang tidak aku duga, yang rasanya tidak mungkin aku dapatkan, semua dipermudah oleh Allah. Alhamdulillah. Sungguh sangat bersyukur, semua dilancarkan oleh Nya. Usai Umroh, aku lanjut bersama rombongan ke Istanbul. Dari Mekah membutuhkan waktu 4 jam penerbangan.

ISTANBUL: Mayoritas mayarakatnya didominasi oleh kaum muslim, tetapi style mereka banyak mengiblat ke eropa. Hal ini dapat dilihat dari tatanan kota yang rapi, simple, terkesan modern. Demikian pula bangunannya. Pesawat yang membawa kami disambut oleh udara yang cukup dingin berkisar antara 5-6 derajat celcius. Rasanya tangan beku, untung sarung tangan kami cukup tebal membungkus jemari kami.  



Selat Bosporus yang indah, memisahkan Turki bagian Eropa dan bagian Asia, secara becanda Guide yang mengantarkan kami mengatakan bahwa masyarakat di Turki sangat kaya karena setiap saat dapat pulang pergi benua Eropa dan benua Asia.

Penataan kota di Turki


Bangunan exterior Hagia Sophia sederhana dan tidak menunjukkan kemegahan dibandingkan dengan interior bangunan yang dihiasi sangat indah.

Haghia Sophia Dibuat pada masa keemasan pertama tahun 500-726 M. Dibangun pada awal Byzantine. pada saat itu bagian interiornya dihiasi dengan batu-batu yang berwarna mulai dari dinding hingga lantainya. Arsitektur ini terkesan seolah tanpa bobot, mengapung diudara, sehingga menjadi icon penting pada perkembangan seni awal byzantine. Kata Hagia Sophia mengandung arti Holy Wisdom-Kebijaksanaan Yang Kudus. Ukuran Hagia Sophia yang spektakuler dimasanya itu hanya dapat tersaingi oleh arsitektur Pantheon, Baths of Caracalla, dan Basilica of Constantine. Sungguh bersyukur dapat menikmati keindahan arsitektur yang dibangun masa lampau dan hingga hari ini masih berdiri dengan kokohnya.

Aku termasuk salah satu pengunjung yang terperangah oleh cahaya yang masuk ke dalam bangunan ini, efeknya luar biasa. 40 jendela pada dasar kubah mampu menciptakan ilusi bahwa kubah terletak tepat pada sinar matahari yang masuk melalui celah/jendela kubah, menyinari ruang yang sangat luas. cahaya tersebut memberikan efek dramatis pada mosaik, marmer, semua seolah berkilau melebur jadi satu dengan material, mungkin pada saat itu dapat menambah nilai spiritual. Konon ahli sejarah Procopius menyatakan bahwa kubah seperti disangga oleh "rantai emas dari surga" (sumber: Pandanwangi et al. 2005. Diktat Sejarah Seni Barat. Bandung-Maranatha)

Area exterior hagia Sophia

Area Exterior Hagia Sophia
                                                                                
Denah Hagia Sophia memiliki ukuran panjang 270 kaki (90m) dan lebarnya 240 kaki (80m).

Kubah Hagia Sophia memiliki diameter 108 kaki (kubah ini pernah rubuh pada tahun 558 kemudian berganti dengan kubah yang dibangun lebih stabil). Perhatikan bagian exterior bangunan tampak kubah besar mendominasi struktur bangunan. saat ini bagian fasad bangunan sudah banyak berubah dibandingkan aslinya pada jaman dahulu.

                                                                        
Aku menjadi bagian dari arsitektur kota

Bertemu salju


Blue Mosque
Selama 5 hari di Istanbul, banyak pengalaman berharga yang dapat menambah wawasan keilmuan tentang sejarah. Kembali ke Indonesia bersama kehangatan rekan rekan seperjalanan dan siap kembali bekerja-berkarya-berproses kreatif kembali dan yang paling utama kembali kumpul dengan keluarga. Semoga juga dapat diapresiasi oleh rekan-rekan yang lain. Salam hangat-Mia Syarief 

Tidak ada komentar:

Art illuminations in 18th – 19th centuries manuscripts from Ngayogyakarta Hadiningrat Palace as a creative industry development

Art illuminations in 18th – 19th centuries manuscripts from Ngayogyakarta Hadiningrat Palace as a creative industry development Abstract M...