Minggu, 01 Oktober 2017

WORKSHOP LUKIS BATIK DENGAN TEKNIK OPAQUE


Batik di tengah gempuran kemajuan teknologi tetap memperlihatkan eksistensinya. Pengakuan UNESCO terhadap eksistensi batik, semakin banyak membuat orang dari berbagai latar belakang untuk mengembangkan teknik sekaligus medianya. dalam hal ini komunitas 22 ibu juga terus mengembangkan teknik batik. Salah satunya dengan menggunakan media asam jawa yang dikeringkan dan kemudian bijinya ditumbuk menjadi semacam serbuk yang dapat dijadikan bahan perintang. Teknik yang dikembangkan adalah teknik opak, tanpa menggunakan perintang, seseorang dapat melukis batik. pewarna yang dipergunakan adalah pewarna reaktif yang dicampur dengan tamarin.

Pada hari Minggu 1 Oktober 2017, para perempuan yang terdiri atas dosen dan guru berkumpul dalam wadah komunitas 22 Ibu. mengadakan workshop yang dipandu oleh Ibu Nina Irnawati. selanjutnya para Ibu praktik dari siang hingga sore hari. kegiatan ini diikuti oleh 25 orang perempuan yang berasal dari bandung dan Jakarta. kegiatannya dapat diapresiasi di bawah ini:


Hasil workshop karya Mia Syarief
Hasil Workshop karya Ratih



Hasil Workshop karya Rina Mariana

Hasil Workshop karya Wida

Hasil Workshop karya Wien Sumarsono

Hasil Workshop karya Sapta

Add caption

Hasil Workshop karya Nina Fajariah

Hasil Workshop karya Siti Sartika

Hasil Workshop karya Meyhawati Yuyu Julaeha Rasep

Hasil Workshop karya Arleti Mochtar Apin

Hasil Workshop karya Nita Dewi Sukmawati


1 komentar:

Rina Mariana mengatakan...

kreasi batik Indonesia keren 👍👍

Art illuminations in 18th – 19th centuries manuscripts from Ngayogyakarta Hadiningrat Palace as a creative industry development

Art illuminations in 18th – 19th centuries manuscripts from Ngayogyakarta Hadiningrat Palace as a creative industry development Abstract M...