Minggu, 29 September 2019

Komunitas 22 Ibu Jakarta: Workshop Batik di Neo Soho Mall Jakarta




Ketua pelaksana kegiatan Cerita Batik, Nurul Primayanti, dosen desain produk dari Universitas Podomoro Jakarta, menjelaskan bahwa pameran yang dibuka pada tanggal 27 September 2019, juga diisi dengan workshop batik lilin dingin.


Peserta workshop hari Minggu 29 September 2019 berasal dari penghuni Rusun Pulo Gebang binaan Jakarta Creative Hub. Workshop dipandu oleh trainer Ibu Atridia Didit dan Cama Juli Ria (dosen Desain Interior-Trisakti), Siti Wardiyah (Guru Al Azhar-Jakarta). Model workshop kali ini adalah model pendampingan bagi pesertanya.


Harapan dari workshop ini kedepannya mereka dapat memanfaatkan untuk peningkatan life skill serta dapat meningkatkan kompetensinya.








Rabu, 25 September 2019

WORKSHOP BATIK GUTTA TAMARIND DI SOREANG

Bagaimana apabila suatu daerah belum memiliki batik? Ibu Nia, selaku penggerak PKK wilayah Soreang, menggagas batik Soreang dengan material kearifan lokal. Untuk mengawali rencana tersebut diadakan pengenalan membatik yang kegiatannya dijadikan satu dengan kegiatan para pemuda pemudi Soreang, dihadiri oleh banyak remaja dari luar kota Bandung.

Workshop pengenalan batik diikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri atas pemuda pemudi. Generasi milenial diperkenalkan membatik tanpa canting. Di sentra perajin batikpun sangat langka ditemui anak muda yang sedang mencanting pasa sore hari.


Komunitas 22 Ibu: Batik Day Fest

Neo Soho Mall dalam rangka Hari Batik Naaional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2019, menggandeng Komunitas 22 Ibu, Museum Tekstil dan juga komunitas lainnya serta Universitas Podomoro untuk menjalin mitra kerjasama dalam pameran batik bercerita, Workshop, Talk Show.

Pameran ini yang diusung adalah karya seni rupa yang digagas dari cerita mitos dan legenda dari Indonesia yang berisi pesan moral dan kebaikan, dan dibuat oleh para dosen dan guru yang tergabung dalam Komunitas 22 Ibu. Pameran ini dikuratori oleh Boyke Janus.

Tujuan Pameran ini  untuk:
1) menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa dan masyarakat umum.
2) membentuk karakter bangsa untuk generasi muda melalui pesan moral yang disampaikan melalui narasi visual.
3). Menjadi ajang sumber penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pengembngan teknik batik lilin dingin.
4) Meningkatkan apresiasi masyarakat melalui sejarah kejadian yang bercerita dari wilayah Indonesia.
5) Meningkatkan hubungan baik dalam kerjasama dengan banyak mitra.

Ketua panitia dalam event ini adalah Ibu Nurul Primayanti, seorang dosen lulusan desain produk dari Belanda menyampaikan bahwa Kiprah Perempuan Indonesia dalam hari Batik Nasional adalah sebagai penjaga Budaya Bangsa Indonesia agar dapat menjadi identitas bangsa di dunia dan Batik sebagai ekspresi Bangsa.

Selain itu Perempuan Indonesia jg dapat konsisten melestarikan Batik dari dirinya sendiri dan dapat mengedifikasi sesama serta generasi muda agar terus memakai dan mengapresiasi Batik dalam bentuk Karya Seni.

Komunitas 22 Ibu bekerja sama dengan Prodi Desain Produk Podomoro University mempunyai visi yang sama dalam cara mengapresiasi Batik Indonesia yaitu dengan cara kami bersama menyelenggarakan dan menggelar Pameran Karya Seni dan Workshop Batik Dingin-Gutha dalam Acara Batik Day  2 Okt 2019 di Neo Soho .

Wakil Rektor bidang akademik, Dr. Maria Prihandrijanti, S.T, juga mensuport kegiatan ini. Kegiatan Kerjasama dengan berbagai pihak utk Podomoro University sdh menjadi satu langkah pasti yg harus selalu dilakukan.
Dengan bekerja sama dengan berbagai pihak menjadikan Podomoro University dapat tumbuh  bersama dalam menciptakan kemajuan Pendidikan Tinggi Indonesia dan jg menambahkan kompetensi Mahasiswa/i Podomoro University.

Benefit yg diperoleh Podomoro University dari turut berpartisipasi dalam kegiatan menyelenggarakan "Batik Day" adalah kami mensupport juga sekaligus mengappresiasi  Seni Batik Indonesia yg sudah menjadi Warisan Leluhur Bangsa di dunia.
Dimana ini sesuai dengan isi dari Anthem Podomoro University yaitu sebagai bukti nyata konsistensi kami sebagai Sang Penjaga Budaya.

Dalam kesempatan ini, Silviyanti Dwi Aryati - Assistant Marcomm & Relation General Manager juga menyampaikan bahwa dalam rangka memperingati Batik yang sudah 10th dinobatkan sebagai Unesco Heritage. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan teknik batik yang bermacam-macam selain dengan teknik batik canting lilin ada batik dingin - Gutha dan batik Ketan.

Acara ini juga sebagai program CSR Share Our Heart dari Central Park & Neo Soho bekerjasama dengan JKT Creative dimana 60 kain batik dari hanging installation akan dijual setelah selesai acara dan seluruh hasil penjualannya akan digunakan untuk pemberdayaan ibu-ibu rusun Pulo Gebang.

Pameran, workshop, talk show yang disusun menjadi rangkaian kegiatan ini akan berlangsung pada hari Jumat 27 September 2019 hingga 6 Oktober 2019 di Neo Soho Mall. Silahkan datang dan Selamat Mengapresiasi.

#pameranceritabatiknusantara
#workshopbatiklilindingin
#talkshowbatik
#komunitas22ibu
#neosohomall
#universitaspodomoro
#exhibition
#jakarta


Art illuminations in 18th – 19th centuries manuscripts from Ngayogyakarta Hadiningrat Palace as a creative industry development

Art illuminations in 18th – 19th centuries manuscripts from Ngayogyakarta Hadiningrat Palace as a creative industry development Abstract M...