Sabtu, 21 Juli 2018

WORKSHOP BATIK ECO GREEN DI CIMAHI

*Remaja Manca Negara Belajar Kearifan local di Indonesia*

Dalam rangka Bandung Art Month 2018, maka pada hari Sabtu 21 Juli 2018 sejumlah remaja manca negara mengikuti workshop batik ramah lingkungan di studio komunitas 22 Ibu. Bandung Art Month adalah sebuah rangkaian event seni yang diselenggarakan di Kota Bandung yang melibatkan banyak pihak seperti seniman, galeri, museum, studio, dan juga banyak pihak lainnya. Kegiatan ini juga didukung oleh BNI sebuah Bank Nasional di Indonesia yang memiliki perhatian terhadap pengembangan budaya di Indonesia.

*Program Youth Exchange*
Para remaja tersebut berasal dari Italia, German, Kroasia, Nedherland, Austria dan Perancis. Mereka datang ke Indonesia dalam rangka program Youth Exchange yang diselenggarakan oleh Lions Club International. Menurut Lion Toni Suparman yang juga sebagai host parents, tujuan Youth Exchange untuk saling mengenal budaya dan adat istiadat negara yang mereka kunjungi.

Program ini merupakan program rutin tahunan pertukaran remaja antar negara-negara, yang disponsori dan difasilitasi oleh host parent anggota Lions Clubs International di seluruh dunia. Saat ini di Bandung para host parents tersebut adalah Lion Susiana sebagai host parent dari Lukas Ritt yang berasal dari Austria & Giacomo Sainaghi yang berasal dari Italy. Lion Toni Suparman sebagai host parent dari Milena Marie Hoinke yang berasal dari Germany &  Annelliues Slot yang berasal dari Netherlands. Lion  Liana sebagai host parent dari Lara Muller dari Germany &  Victoire Balay dari France. Lion Benny Handoyo sebagai host parent dari Emma Karoline T Dyang berasal dari Finland &  Marleen Versluijs dari Germany. Lion Eddy Mandias sebagai host parent dari Bas De Haan yang berasal dari Netherlands &  Ivan Divjanovic dari negara Croatia. Lion Jason dan Lion Emilia sebagai host parent dari Eugenio Gobbini yang berasal dari Italy &  Quinten V. D.  Hoogen dari negara Netherlands. Lion Harjanto sebagai host parent dari Jan Mohyla yang berasal dari negara Slovakia.




Penanggung jawab program Youth Exchange ini adalah Komite Youth Exchange Lions Club, namun di negara tujuan penanggung jawab adalah host parent yg merupakan anggota Lions Clubs setempat.

Menurut Lion Liana selaku Ketua Wilayah Distrik 307 B2 Indonesia yang juga sebagai host parents menyampaikan.bahwa Lions Club memfasilitasi anak anak dari luar negeri datang ke Indonesia agar mereka mempunyai wawasan global, toleransi dan perdamaian dunia. Adapun syarat utama untuk dapat mengikuti Youth Exchange ini adalah mendapat sponsorship dari Lions Club dan berusia 17 - 21 tahun. Mereka akan tinggal selama 2-3 minggu di host parent masing-masing yang sudah ditentukan oleh Lions Club.

*Batik Eco Green*
Batik merupakan warisan budaya bangsa terus dikembangkan oleh para pakar. Baik dari segi teknik ataupun jenis material u perintangnya. Adapun Niken Apriani dari Komunitas 22 Ibu yang terus berupaya keras untuk mengembangkan jenis material malam yang dipergunakan dalam membatik. Alasan kuat Niken adalah batik sebagai salah satu kekayaan Indonesia harus terus di perkenalkan agar semakin banyak orang / generasi muda  yang mencintai batik.
Berkat experimennya jugalah, Niken berhasil mengembangkan jenis malam untuk membatik yang berasal dari biji asam Jawa yang dikeringkan, diolah sedemikian rupa dicampur dengan material lain sehingga menjadi sejenis gutta yang juga dapat disebut malam dingin. Fungsinya sebagai perintang warna. Ketika membuat alur garis di atas kain tidak boleh terputus. Material ini sangat aman bagi siapapun yang belajar batik, ramah lingkungan, sangat aman tidak perlu khawatir tertumpah panasnya malam untuk membatik.

Peserta workshop dipandu oleh para dosen yang berasal dari lintas institusi seperti Ibu Nuning Damayanti yang berasal dari ITB, Ibu Arleti Mochtar Apin yang berasal dari ITHB, serta para guru lintas institusi baik yang berasal dari Institusi SMP Negeri 11 Bandung ataupun SMA Negeri di Bandung.

Harapan L Toni Suparman terhadap program Youth Exchange ini kedepannya bsa lebih banyak remaja yang tertarik untuk mengikuti program ini, dan juga semakin banyak yang  peduli. Sehingga program yangg baik dan banyak.memiliki nilai positif ini bisa dinikmati lebih banyak orang dan lebih baik lagi dalam pelaksanaannya. Demikian pungkas Lion Toni menutup perbincangan sore.

Tidak ada komentar:

Art illuminations in 18th – 19th centuries manuscripts from Ngayogyakarta Hadiningrat Palace as a creative industry development

Art illuminations in 18th – 19th centuries manuscripts from Ngayogyakarta Hadiningrat Palace as a creative industry development Abstract M...