Sabtu, 23 Desember 2017

PAMERAN LUKISAN BATIK LILIN DINGIN

PAMERAN LUKISAN BATIK LILIN DINGIN 
"IBU BUMI DAN PAHLAWAN PEREMPUAN INDONESIA
The Energy Building, 18-22 Desember 2017



Karya seni lukis yang digelar di Galeri Mezanin, Gedung Energi-Jakarta ini adalah karya karya seni lukis batik yang dibuat di atas sutera, merupakan hasil karya perempuan pendidik seni yang tergabung dalam komunitas 22 Ibu. Pameran ini berlangsung dari tgl 18-22 Desember 2017.

Ada 36 figur pahlawan dan tokoh perempuan yang dipilih oleh tim khusus. Hasil karya para perupa ini sebelumnya telah dipamerkan di Galeri Nasional Jakarta dengan mengusung tajuk Visualisasi Expresi Pahlawan dan Tokoh Perempuan pada bulan Agustus 2017.

Dalam kesempatan ini juga digelar malam kebudayaan Indonesia sebagai acara puncak dari kegiatan pameran ini. Malam kebudayaan tersebut mengusung para penari perempuan yang terkenal di jamannya seperti penari Bulan Trisna, Retno Maruti, Irawati Durban, etc. selain itu juga diluncurkan penerbitan kalender serial Pahlawan Perempuan Nasional. Sosok dan jejak mereka diabadikan dalam kalender dengan visualisasi yang dibuat oleh para perempuan dari Komunitas 22 Ibu. 

Karya-karya tersebut juga di Koleksi oleh Kemetrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di Jakarta. Adapun karyanya yang diabadikan dalam bentukan kalender adalah Nyi Ageng Serang (1752-1838) oleh Dyah Limaningsih Wariyanti, marta christina Tiahahu (1800-1818 oleh Rina Mariana, Cut Nyak Dhien (1848-1908) oleh Shitra Noor Handewi, Cut Meutia (1870-1910) oleh Ariesa Pandanwangi, Maria Walanda maramis (1872-1924) oleh Arti Sugiarti, Nyai Walidah Achmad Dahlan (1872-1946 (1872-1946) oleh Tessa Eka Darmayanti, R.A. Kartini (1879-1904) oleh Endang Caturwati, Opu Daeng Risaju (1880-1964) oleh Sri Rahayu Saptawati, Dewi sartika (1884-1947) oleh meyhawati Yuyu Julaeha Rasep, Rohana Kudus (1884-1972) oleh Wien Sumarsono, Rasuna Said (1910-1965) oleh Endah purnamasari, Fatmawati Soekarno (1923-1980) oleh Nuning Y Damayanti, R.A Fatimah Siti hartinah (1923-1996) oleh Eneng nani Suryati, Dewi sartika (1884-1947) oleh nurul primayanti, kristiani Herawati Yudhoyono (1952-sekarang) oleh Sri Sulastri, Megawati Soekarno Putri (1947-sekarang) oleh Arleti Mochtar Apin, Sinta Nuriyah Wahid (1948-sekarang) oleh Niken Aprinani, Yohana yembise (1958-sekarang) oleh Gilang cempaka, Ainun Habibie (1937-2010) oleh Yustine, Iriana JokoWidodo (1963-sekarang) oleh Nia Kurniasih, Fransisca Fannidaej (1925-2013) oleh ENitria, herawati Diah (1917-2016) oleh belinda Sukapura Dewi, herlina Kasim (1953-2017) oleh Risca Nogalesa, I Gusti Ayu Rapeg (1917-2004) oleh Arleti Mochtar Apin, Ina bala wattimena (1902-1982) oleh Nuning Y Damayanti, Maria Ulfah santoso (1911-1988 oleh Nita Dewi, Marie E. Thomas (1896-1966) oleh hananta Yohaneth Nita, Nyi hajar Dewantara (1890-1971) oleh Ika Kurnia Mulyati, Raden Ayu Lasminingrat (1843-1948) oleh Nida Nabila, Ratu Zaleha (1880-1953) oleh Siti Sartika, Rohana Kudus (1884-1972) oleh Ayoeningsih Dyah Woelandhary, Sandiah (Ibu Kasur) (1926-2001) oleh Sri Nuraeni, Siti maryam salahuddin (1927-2017) oleh Ety Sukaetini, S.K Trimurti (1912-2008) oleh Nina Irnawati, Andi Depu Maraddia balanipa (1907-1985) oleh Dini Birdieni, Ani Idrus (1918-1999) oleh Eni Suryani, 

Semoga jejak para pahlawan nasional dan tokoh perempuan tersebut menjadi inspirasi dan panutan perempuan Indonesia untuk berkiprah yang jauh lebih baik lagi untuk negeri ini. Indonesia. Selamat hari Ibu.



Tidak ada komentar:

Art illuminations in 18th – 19th centuries manuscripts from Ngayogyakarta Hadiningrat Palace as a creative industry development

Art illuminations in 18th – 19th centuries manuscripts from Ngayogyakarta Hadiningrat Palace as a creative industry development Abstract M...